Sejarah Garam Himalaya

Sejarah Garam Himalaya sudah ada sejak lama & trend garam garam himalaya sendiri baru terkenal 3 tahun belakangan ini di indonesia. Menurut sejarah yang dikemukakan oleh Salt Works, Himalayan pink salt atau garam himalaya pertama kali ditemukan oleh kuda milik Alexander the Great pada 326 sebelum Masehi. Kisah ini berlangsung saat pasukan Alexander the Great melewati wilayah utara Pakistan dan kuda-kuda mereka terus menjilati dinding-dinding batu yang dilalui. Wilayah itulah kemudian yang menjadi tempat ditemukannya kandungan garam murni dan hanya ada 6 wilayah pertambangan yang memproduksi Himalayan pink salt. Tambang terbesar di dunia adalah di Khewra yang disebut mengandung sekitar 6.7 miliar ton garam (setiap tahunnya 400.000 ton garam ditambang).

Setiap tambang memproduksi jenis garam yang berbeda. Namun gram yang paling banyak dijual adalah garam dari tambang Khewra yang berasal dari kaki pegunungan Himalaya pakistan.

Selama berabad-abad Himalayan pink salt telah digunakan sebagai penambah rasa asin dalam makanan. Namun kini, garam istimewa ini bukan hanya dicari karena rasa asinnya namun juga karena sifatnya yang alami. Semakin populernya tren gaya hidup sehat dan natural, semakin banyak orang yang memilih untuk menggunakan Himalayan pink salt hingga saat ini karena garam tersebut alami tanpa campuran bahan kimia lainnya.

Selama berabad-abad Himalayan pink salt telah digunakan sebagai penambah rasa asin dalam makanan. Namun kini, garam istimewa ini bukan hanya dicari karena rasa asinnya namun juga karena sifatnya yang alami. Semakin populernya tren gaya hidup sehat dan natural, semakin banyak orang yang memilih untuk menggunakan Himalayan pink salt. Oleh karena itu garam ini bisa bertahan lama daripada garam dapur pada umumnya.


Meskipun perkembangan teknologi sudah memungkinkan untuk menambang dengan mesin canggih, Himalayan pink salt tetap ditambang dengan cara tradisional. Penambang melakukan kegiatan tersebut selama 8 jam, 6 hari seminggu. Tentu hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat mereka harus menghabiskan waktu dan tenaga di bawah tanah yang berisiko. Di tahun 2018, penambang di Khewra menghasilkan 7 kali lipat garam lebih banyak dari pada yang dilakukan oleh generasi sebelumnya. Salah satu penambang, Masqood Hussain mengungkapkan “Saya cukup puas dengan pekerjaan saya karena saya bukan hanya mendapatkan upah yang cukup tapi juga fasilitas lain berupa perawatan gratis untuk saya dan keluarga.” Para penambang di Khewra dijamin dengan asuransi kesehatan dan perlindungan finansial untuk keturunanya karena aktivitas penambangan merupakan salah satu profesi paling berbahaya dan berisiko tinggi. Tidak heran jika keindahan dan kesehatan yang ditawarkan dari Himalayan pink salt harus ditebus dengan harga yang tidak murah.

Itulah sejarah singkat garam himalaya tidak heran garam himalaya lebih mahal daripada garam pada umumnya & tentunya punya pangsa pasar sendiri bagi yang mengkonsumsinya.

Bagi yang berminat bisa menghubungi kami di no kontak dibawah ini

08567578319 ( Whatsapp, SMS, Call )

Telegram @himsalt

Terimakasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *